Lewati ke konten
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim
Pengumuman Pengumuman

Tempa Kedisiplinan dan Jiwa Korsa: Kodim 310/SS Sijunjung Bekali Santri dan Pendidik Cendekia Muslim Materi Peraturan Baris Berbaris

Sabtu, 08 Agustus 2026 · 16.26 WIB Lembaga Pendidikan & Pengkaderan 5 menit baca 16×
Tempa Kedisiplinan dan Jiwa Korsa: Kodim 310/SS Sijunjung Bekali Santri dan Pendidik Cendekia Muslim Materi Peraturan Baris Berbaris

SIJUNJUNG, Setelah melewati sesi pagi yang sarat dengan penguatan ideologi dan ruh Kenashiran, agenda Daurah Asasiyah Li Al-Murabbi yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim memasuki fase pendalaman karakter fisik dan mental pada Sabtu siang, 8 Agustus 2026. Pasca jeda istirahat, salat, dan makan siang (ISOMA), suasana di kompleks SMP Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung bertransformasi dari ruang diskusi yang tenang menjadi lapangan latihan yang penuh energi dan komando.

Materi kedua dalam rangkaian Daurah ini berfokus pada Peraturan Baris Berbaris (PBB). Tidak tanggung-tanggung, untuk memastikan standar kedisiplinan yang tinggi, pihak yayasan bekerja sama dengan instansi militer setempat. Latihan fisik dan mental ini dipandu langsung oleh Kak Ahmad Yani, personel dari Kodim 310/SS Sijunjung, yang hadir untuk memberikan sentuhan profesionalisme militer ke dalam ekosistem pendidikan Islam.

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 13.30 WIB ini diikuti oleh seluruh elemen yayasan, mulai dari jajaran guru, staf Lembaga Pengembangan Pendidikan (LP2), Sekretariat, hingga seluruh santri jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Akhlak Cendekia Muslim. Di bawah terik matahari Sijunjung yang mulai beranjak ke ufuk barat, para peserta berbaris rapi di lapangan utama dengan semangat yang tetap membara.

Kak Ahmad Yani dari Kodim 310/SS mengawali sesi dengan memberikan penjelasan filosofis mengenai PBB. Menurut beliau, baris-berbaris bukan sekadar aktivitas fisik menggerakkan kaki dan tangan secara serentak, melainkan sebuah latihan konsentrasi, kepatuhan terhadap pimpinan, dan pembentukan jiwa korsa (semangat korps).

 

"Dalam PBB, hanya ada satu komando. Ini adalah latihan tentang bagaimana kita mendengar, fokus, dan bergerak sebagai satu kesatuan. Bagi seorang pendidik (Murabbi) dan santri, ini adalah implementasi nyata dari prinsip Sami’na wa Atho’na (Kami dengar dan kami taat). Jika di lapangan kalian bisa disiplin, maka di dalam kelas dan dalam kehidupan sehari-hari pun kalian akan menjadi pribadi yang teratur," tegas Kak Ahmad Yani saat memberikan instruksi perdana.

 

Materi yang diberikan meliputi gerakan dasar di tempat seperti sikap sempurna, istirahat di tempat, hadap kanan-kiri, hingga gerakan berpindah tempat dan langkah tegap maju. Kak Ahmad Yani dengan teliti mengoreksi setiap posisi tubuh peserta, memastikan punggung tegak, pandangan lurus ke depan, dan kekompakan hentakan kaki yang berirama.

Pemandangan menarik terlihat saat para guru dan staf sekretariat berada dalam satu barisan yang sama dengan para santri SMP. Di sini, sekat antara senior dan yunior melebur dalam satu semangat latihan. Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim meyakini bahwa seorang guru harus menjadi teladan (uswah) dalam segala hal, termasuk dalam hal kedisiplinan fisik.

Bagi santri SMP Akhlak Cendekia Muslim, materi PBB dari Kodim 310/SS ini merupakan pengalaman berharga untuk melatih ketahanan fisik dan mental mereka. Di usia remaja, tantangan konsentrasi seringkali menjadi kendala dalam belajar. Melalui latihan PBB yang intensif, mereka diajak untuk menekan ego pribadi demi terciptanya harmoni dalam barisan kelompok.

Ketua Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim yang turut memantau jalannya latihan menyatakan bahwa kerja sama dengan Kodim 310/SS adalah bagian dari program pembentukan karakter unggul.

"Kami ingin melahirkan cendekia yang tidak hanya cerdas otaknya, tapi juga tangguh fisiknya dan disiplin mentalnya. Kehadiran Kak Ahmad Yani memberikan warna baru dalam Daurah ini. Kami ingin semangat 'Bela Negara' dan pengabdian tanpa pamrih khas TNI meresap ke dalam jiwa para Nashir di Sijunjung," ungkap Ketua Yayasan.

Pelaksanaan latihan PBB di hari Sabtu ini menegaskan komitmen SMP Akhlak Cendekia Muslim dalam memanfaatkan waktu akhir pekan untuk kegiatan yang bersifat pengembangan karakter (character building). Sijunjung menjadi saksi bagaimana sebuah lembaga pendidikan Islam mampu mengintegrasikan nilai-nilai nasionalisme dan kedisiplinan militer ke dalam kurikulumnya.

Namun, Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim tetap menjaga marwah manajemen yang humanis dan proporsional. Di tengah riuh rendah suara komando dan hentakan kaki di lapangan SMP, suasana di unit Kelompok Bermain (KB) Akhlak Cendekia Muslim tetap sunyi dan tenang.

Hal ini dikarenakan kebijakan strategis yayasan yang menetapkan bahwa hari Sabtu adalah hari libur bagi seluruh santri jenjang Kelompok Bermain (KB). Yayasan sangat menyadari bahwa anak usia dini (2-4 tahun) memiliki kebutuhan istirahat yang berbeda dengan santri jenjang menengah. Kebijakan libur Sabtu bagi santri KB bertujuan untuk memberikan waktu bagi mereka untuk memulihkan energi dan mendapatkan perhatian penuh dari orang tua di rumah (family bonding).

Manajemen yayasan meyakini bahwa pemaksaan aktivitas yang berlebihan pada anak usia dini justru akan mematikan kreativitas mereka. Dengan memberikan hak libur di hari Sabtu, santri KB diharapkan tetap memiliki keceriaan yang tinggi saat kembali sekolah di hari Senin. Sementara itu, bagi santri SMP dan para pendidik, hari Sabtu adalah momentum "kawah candradimuka" untuk menempa diri menjadi pribadi yang lebih profesional dan disiplin.

Sesi PBB yang dipandu oleh Kak Ahmad Yani berakhir menjelang waktu asar. Kegiatan ditutup dengan evaluasi singkat dan pemberian apresiasi kepada barisan yang paling kompak dan disiplin. Rasa lelah yang terlihat di wajah para peserta terbayar dengan kepuasan batin karena telah berhasil melampaui batas kemampuan fisik mereka.

Kerja sama antara Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim dan Kodim 310/SS Sijunjung ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan Daurah saja, namun dapat berlanjut dalam program-program pembinaan karakter santri lainnya di masa depan.

Dengan tuntasnya materi PBB ini, rangkaian Daurah Asasiyah Li Al-Murabbi pada Sabtu, 8 Agustus 2026, telah berhasil memadukan dua aspek penting: kekuatan spiritual (melalui materi Kenashiran di pagi hari) dan kekuatan fisik-mental (melalui materi PBB di sore hari). Fondasi yang kokoh ini diharapkan menjadi modal utama bagi seluruh warga Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim untuk menghadapi tantangan pendidikan di Kabupaten Sijunjung dengan lebih berani dan terorganisir.

Bagikan: WhatsApp Facebook

Baca juga