Menjelajahi Cakrawala Masa Depan: Santri KB dan TK A Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung Mengenal Ragam Profesi dalam Bahasa Inggris
SIJUNJUNG, Fajar di ufuk timur Kabupaten Sijunjung menyingsing dengan membawa semangat baru pada Senin pagi, 31 Agustus 2026. Di tengah asrinya suasana alam perbukitan yang menyelimuti Ranah Lansek Manih, sebuah aktivitas edukatif yang inspiratif tengah berlangsung di lingkungan Sekolah Akhlak Cendekia Muslim. Mengawali pekan terakhir di bulan Agustus ini, para santri jenjang Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) A diajak untuk memperluas wawasan mereka mengenai dunia kerja melalui pengenalan berbagai profesi dalam bahasa Inggris.
Kegiatan yang dipandu langsung oleh Ustadz Hadi ini menjadi magnet tersendiri bagi anak-anak usia dini tersebut. Dengan menggunakan media kartu profesi yang berwarna-warni dan komunikatif, proses pembelajaran bahasa asing yang biasanya dianggap berat bagi anak-anak, berubah menjadi sebuah petualangan imajinatif yang menyenangkan. Narasi utama yang diangkat dalam pertemuan kali ini adalah "Siapa Aku di Masa Depan?", sebuah tema yang merangsang santri untuk berani bermimpi setinggi langit.
Pembelajaran dimulai pukul 08.30 WIB di dalam ruang kelas yang telah ditata sedemikian rupa agar memberikan ruang gerak luas bagi santri. Ustadz Hadi memulai sesi dengan teknik Total Physical Response, di mana beliau tidak hanya menyebutkan kosa kata, tetapi juga memperagakan gerakan dari profesi yang dibahas. Kartu-kartu profesi yang menjadi media utama ditampilkan satu per satu di hadapan santri.
Setiap kartu memuat gambar ilustrasi yang menarik, mulai dari sosok dokter (Doctor), guru (Teacher), pilot (Pilot), hingga polisi (Police Officer). Penggunaan media visual berupa kartu (flashcards) ini merupakan strategi pedagogis yang sangat efektif bagi perkembangan kognitif anak usia emas (golden age). Pada usia 2 hingga 5 tahun, daya serap otak anak terhadap informasi berbasis gambar dan suara berada pada puncaknya.
"Kita ingin anak-anak di Sijunjung ini memiliki kepercayaan diri untuk berkomunikasi secara global sejak dini. Dengan melihat gambar yang jelas dan mendengar pelafalan yang tepat, memori mereka akan merekam kosa kata tersebut sebagai bagian dari permainan, bukan sebagai beban pelajaran," ungkap salah satu pendidik pendamping yang turut mengamati jalannya kelas.
Suasana menjadi sangat riuh saat Ustadz Hadi mengajak para santri untuk menebak profesi dalam bahasa Inggris. Ketika kartu bergambar pesawat ditunjukkan, secara serentak santri TK A berteriak, "Pilot!". Ustadz Hadi kemudian memandu mereka untuk melafalkan kata tersebut dengan intonasi yang benar berkali-kali.
Tantangan menarik muncul saat beralih ke santri Kelompok Bermain (KB). Dengan kelincahan dan kepolosan mereka, para santri kecil ini mencoba mengikuti setiap ucapan Ustadz Hadi. Meskipun beberapa pelafalan masih terdengar cadel, semangat yang ditunjukkan sangat luar biasa. Narasi yang dibangun di dalam kelas bukan sekadar menghafal kata, melainkan membangun koneksi emosional antara santri dengan cita-cita mereka.
Misalnya, saat membahas profesi Farmer (Petani), Ustadz Hadi mengaitkannya dengan lingkungan sekitar Sijunjung yang kaya akan lahan pertanian. Hal ini membuat materi terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka, sehingga bahasa Inggris tidak lagi terasa sebagai bahasa "asing", melainkan alat komunikasi yang nyata.
Pihak sekolah menekankan bahwa pengenalan bahasa Inggris di tingkat KB dan TK A di bawah naungan Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung selalu diselaraskan dengan penanaman adab. Setiap kali seorang santri berhasil melafalkan kosa kata dengan baik, mereka diajarkan untuk bersyukur dan tetap rendah hati. Sebaliknya, jika ada teman yang kesulitan, santri lain diajak untuk memberikan semangat.
Pembelajaran profesi ini juga mengandung pesan moral yang mendalam. Ustadz Hadi menjelaskan bahwa setiap profesi adalah mulia jika dijalankan dengan jujur dan penuh tanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam. Melalui pengenalan profesi Doctor, santri belajar tentang empati dan keinginan membantu orang sakit. Melalui profesi Teacher, mereka belajar tentang kemuliaan berbagi ilmu.
Manajemen pendidikan di unit ini meyakini bahwa dengan memberikan paparan bahasa internasional sejak dini, santri akan memiliki keterbukaan pikiran (open-mindedness). Hal ini penting untuk mencetak generasi cendekia yang mampu bersaing di masa depan tanpa kehilangan jati diri sebagai muslim yang berakhlak.
Keberhasilan agenda pembelajaran pada Senin pagi ini didukung penuh oleh suasana lingkungan sekolah yang tenang dan asri. Jauh dari kebisingan kota besar, udara segar Sijunjung yang mengalir ke dalam ruang kelas memberikan pasokan oksigen yang cukup bagi otak santri untuk tetap fokus. Fasilitas ruang kelas yang bersih dan ketersediaan media belajar yang lengkap memastikan ustadz dapat berkreasi secara maksimal.
Dukungan dari para wali santri di Kabupaten Sijunjung juga sangat terasa. Banyak orang tua yang memberikan apresiasi terhadap metode pengajaran Ustadz Hadi yang energik. Mereka melihat bahwa putra-putri mereka tidak hanya pulang membawa hafalan doa, tetapi juga kosa kata bahasa Inggris yang dipraktikkan dengan wajah ceria.
"Melihat anak-anak berani mengucapkan kata-kata bahasa Inggris dengan bangga adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami para pendidik. Ini adalah bukti bahwa anak Sijunjung siap menyongsong masa depan yang gemilang," tambah staf pengajar lainnya.
Kegiatan belajar profesi dalam bahasa Inggris ini ditutup dengan sebuah permainan kecil bertajuk "Who am I?". Dalam permainan ini, santri secara bergantian mengambil kartu secara acak dan teman-temannya harus menyebutkan nama profesi tersebut dalam bahasa Inggris. Tawa dan sorak-sorai kemenangan menutup pertemuan pagi itu dengan kesan yang mendalam.
Sekolah Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang menyentuh berbagai aspek kecerdasan anak. Senin, 31 Agustus 2026, bukan hanya menjadi penutup bulan, tetapi menjadi pembuka pintu-pintu mimpi bagi ratusan santri cilik di bumi Sijunjung.
Dengan bimbingan ustadz dan ustadzah yang berdedikasi, serta kurikulum yang terus berkembang, tunas-tunas bangsa ini diharapkan akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual, mahir berkomunikasi lintas budaya, dan tetap teguh memegang teguh akhlakul karimah. Perjalanan ribuan mil selalu dimulai dengan satu langkah kecil, dan hari ini, langkah itu dimulai dengan sebuah kartu profesi dan semangat menuntut ilmu di bawah langit Sijunjung.