Lewati ke konten
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim
Pengumuman Pengumuman

Memperkokoh Pilar Kebangsaan: Kasat Binmas Polres Sijunjung Bekali Pendidik Cendekia Muslim Sinergi Nasionalisme dan Nilai-Nilai Agama

Sabtu, 08 Agustus 2026 · 22.08 WIB Lembaga Pendidikan & Pengkaderan 4 menit baca 15×
Memperkokoh Pilar Kebangsaan: Kasat Binmas Polres Sijunjung Bekali Pendidik Cendekia Muslim Sinergi Nasionalisme dan Nilai-Nilai Agama

SIJUNJUNG, tengah dinamika pendidikan modern yang kian kompleks, Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim terus menunjukkan komitmennya untuk mencetak pendidik yang tidak hanya matang secara spiritual, tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air yang mendalam. Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, kompleks pendidikan Akhlak Cendekia Muslim Sijunjung menjadi saksi penyelenggaraan sesi krusial dalam rangkaian Daurah Asasiyah Li Al-Murabbi, yakni pemberian materi mengenai Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Lingkungan Pendidikan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Terbuka ini dihadiri oleh seluruh jajaran pendidik dari berbagai unit, mulai dari guru Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kehadiran ratusan guru ini menunjukkan keseriusan yayasan dalam menyelaraskan visi pendidikan Islam dengan semangat nasionalisme Indonesia.

Hadir sebagai pemateri utama adalah Kasat Binmas Polres Sijunjung. Kehadiran pejabat teras Polres Sijunjung ini disambut hangat oleh jajaran pengurus yayasan dan para guru. Dalam paparan materinya, Kasat Binmas menekankan bahwa bela negara di lingkungan pendidikan tidak selalu berarti angkat senjata, melainkan bagaimana guru mampu menjadi benteng ideologi bagi para santri dari pengaruh paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila dan nilai luhur bangsa.

Kasat Binmas menyampaikan bahwa guru adalah "agen perubahan" yang memegang kunci masa depan Kabupaten Sijunjung. Melalui tangan para guru, nilai-nilai kebangsaan harus ditanamkan sejak dini agar santri tumbuh menjadi warga negara yang patuh hukum, toleran, dan memiliki kebanggaan terhadap identitas nasionalnya.

 

"Wawasan kebangsaan adalah cara pandang kita sebagai bangsa mengenai diri dan lingkungannya. Bagi Bapak dan Ibu guru di Sekolah Akhlak Cendekia Muslim, tugas bela negara yang paling nyata adalah mendidik santri agar memiliki karakter yang kuat, cinta tanah air, dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau radikalisme. Jika guru memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, maka santrinya pun akan menjadi generasi emas yang mencintai NKRI," tegas Kasat Binmas Polres Sijunjung dalam orasinya.

Materi yang disampaikan mencakup empat konsensus dasar bangsa: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kasat Binmas juga membedah tantangan keamanan siber dan bahaya narkoba yang mengincar generasi muda, serta bagaimana peran guru dalam melakukan deteksi dini terhadap perilaku menyimpang santri.

Seluruh guru, mulai dari jenjang KB hingga SMP, menyimak dengan saksama. Bagi guru KB dan TK, materi ini diolah kembali menjadi konsep yang lebih sederhana untuk diajarkan kepada anak usia dini melalui lagu-lagu nasional dan pengenalan simbol negara. Sementara bagi guru SD dan SMP, materi ini menjadi landasan dalam pengajaran mata pelajaran umum maupun agama, agar santri memahami bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari iman (Hubbul Wathon Minal Iman).

Ketua Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim menyatakan bahwa kehadiran Kasat Binmas Polres Sijunjung adalah bentuk kolaborasi strategis.

"Kami ingin membuktikan bahwa di Sijunjung, pendidikan agama dan nasionalisme berjalan beriringan. Kami sangat berterima kasih kepada Polres Sijunjung yang telah memberikan pembekalan ini. Pendidik kami harus menjadi teladan dalam bela negara, karena mereka adalah murabbi yang akan membimbing calon pemimpin bangsa," ungkap Ketua Yayasan.

Pelaksanaan pembekalan wawasan kebangsaan pada hari Sabtu ini merupakan bagian dari manajemen peningkatan mutu SDM yang dilakukan yayasan secara intensif. Di saat para guru dari seluruh unit (KB, TK, SD, SMP) sedang serius mendalami materi bela negara di aula, suasana di gedung Kelompok Bermain (KB) Akhlak Cendekia Muslim tampak tenang dan lengang.

Hal ini berkaitan dengan kebijakan strategis Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim yang menetapkan bahwa hari Sabtu adalah hari libur bagi seluruh santri jenjang Kelompok Bermain (KB). Kebijakan ini merupakan bentuk kearifan yayasan dalam menjaga keseimbangan antara beban belajar dan waktu istirahat bagi anak usia dini (2-4 tahun).

Manajemen yayasan menyadari bahwa di usia emas tersebut, anak-anak membutuhkan waktu yang cukup untuk beristirahat dan membangun ikatan emosional dengan orang tua di rumah. Dengan memberikan libur Sabtu bagi santri KB, stamina dan kebahagiaan mereka tetap terjaga, sehingga mereka bisa memulai pekan dengan semangat baru pada hari Senin mendatang. Sementara itu, bagi para guru, hari Sabtu dioptimalkan sebagai hari pengembangan profesionalisme dan penguatan ideologi kebangsaan seperti yang dilakukan bersama Polres Sijunjung hari ini.

Sesi materi berakhir dengan diskusi interaktif dan tanya jawab mengenai peran sekolah dalam mencegah kenakalan remaja di wilayah Sijunjung. Kasat Binmas mengapresiasi keterbukaan dan semangat kritis para guru Cendekia Muslim dalam berdiskusi.

Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim berharap, melalui pembekalan wawasan kebangsaan ini, para guru memiliki visi yang sama dalam menjaga kedaulatan bangsa melalui jalur pendidikan. Dengan sinergi yang kuat antara nilai-nilai agama yang diajarkan yayasan dan nilai kebangsaan yang disampaikan oleh kepolisian, Sekolah Akhlak Cendekia Muslim optimis dapat melahirkan generasi cendekia yang berwawasan global namun tetap memiliki jiwa nasionalisme yang kokoh di bumi Lansek Manih.

Bagikan: WhatsApp Facebook

Baca juga