Lewati ke konten
Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim
Pengumuman Pengumuman

Amanah Kebangsaan: Jihan Khumaira Ariyanto, Santri Cendekia Muslim Sijunjung, Pukau Hadirin Saat Bacakan UUD 1945

Selasa, 18 Agustus 2026 · 10.45 WIB Lembaga Pendidikan & Pengkaderan 4 menit baca 21×
Amanah Kebangsaan: Jihan Khumaira Ariyanto, Santri Cendekia Muslim Sijunjung, Pukau Hadirin Saat Bacakan UUD 1945

SIJUNJUNG, Rasa bangga dan haru yang mendalam masih menyelimuti keluarga besar Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim hingga Selasa, 18 Agustus 2026. Hal ini menyusul suksesnya penampilan salah satu santri terbaik mereka, Jihan Khumaira Ariyanto, yang diberikan amanah luar biasa sebagai pembaca naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 di Kabupaten Sijunjung, Senin (17/8) kemarin.

Kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah daerah dan panitia penyelenggara kepada santri Sekolah Akhlak Cendekia Muslim ini merupakan sebuah pengakuan publik atas kualitas pendidikan karakter, kedisiplinan, dan mentalitas yang dibina secara konsisten oleh yayasan. Jihan tampil dengan sangat meyakinkan di atas podium, membuktikan bahwa santri di bawah naungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim tidak hanya mahir dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme yang tinggi serta kemampuan berbicara di depan publik yang sangat mumpuni.

Pada pelaksanaan upacara yang berlangsung khidmat kemarin, Jihan Khumaira Ariyanto melangkah menuju podium dengan langkah tegap dan penuh percaya diri. Mengenakan seragam identitas sekolah yang rapi, ia berdiri di hadapan jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta ribuan peserta upacara yang memadati lapangan. Saat suara lantangnya mulai membacakan baris demi baris naskah Pembukaan UUD 1945, suasana lapangan seketika menjadi hening dan sakral.

Artikulasi yang jelas, intonasi yang tepat, serta penghayatan yang mendalam terhadap setiap kata dalam naskah konstitusi tersebut membuat seluruh hadirin terpukau. Jihan berhasil menyampaikan pesan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa dengan aura yang sangat berwibawa, mencerminkan sosok generasi muda cendekia yang mencintai tanah airnya dengan sepenuh hati. Penampilannya tersebut sekaligus menjadi bukti nyata bahwa proses belajar di Sijunjung telah berhasil melahirkan talenta yang siap bersaing di panggung formal.

 

"Amanah ini adalah tanggung jawab besar yang saya syukuri. Membaca naskah UUD 1945 di hari kemerdekaan kemarin di hadapan masyarakat Sijunjung adalah pengalaman yang tak terlupakan. Saya ingin membuktikan bahwa santri Sekolah Akhlak Cendekia Muslim siap berkontribusi untuk bangsa dan negara," ungkap Jihan saat ditemui di lingkungan sekolah pada Selasa pagi.

Keberhasilan Jihan tidak datang secara instan. Penampilannya kemarin merupakan buah dari proses pendidikan holistik yang diterapkan secara ketat di bawah naungan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim. Yayasan senantiasa menempatkan pelatihan public speaking, pembentukan mentalitas "Nashir" (penolong/penggerak), dan penanaman nilai-nilai kebangsaan sebagai bagian tak terpisahkan dari kurikulum harian sekolah.

Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, Ustadz Dr. (H.C) Adhan Chaniago, S.Pd., S.H., M.Pd., M.M., menyampaikan bahwa pihak yayasan merasa sangat terhormat atas amanah yang diberikan kepada santrinya.

"Penampilan Jihan pada 17 Agustus kemarin adalah representasi dari visi kami: mencetak generasi yang cerdas pikirannya dan mulia akhlaknya. Kami melatih santri untuk berani tampil, memiliki integritas, dan mencintai NKRI sebagai bagian dari iman (Hubbul Wathon Minal Iman). Jihan telah membuktikan bahwa sistem pendidikan kami mampu melahirkan talenta yang kompetitif dan berkarakter kuat," ujar Ustadz Adhan Chaniago dengan nada bangga.

Beliau juga menambahkan bahwa persiapan intensif telah dilakukan oleh tim pendidik sekolah untuk mendampingi Jihan, mulai dari latihan teknik pernapasan hingga penguatan mental, guna memastikan Jihan benar-benar siap mengemban amanah di panggung sebesar upacara kemerdekaan tingkat kabupaten tersebut.

Kehadiran Jihan sebagai pembaca UUD 1945 dalam upacara kemarin mendapatkan apresiasi luas dari berbagai pihak di Kabupaten Sijunjung. Sejumlah tokoh masyarakat dan perangkat Nagari memberikan pujian atas ketenangan dan kewibawaan santri putri tersebut. Mereka menilai bahwa Sekolah Akhlak Cendekia Muslim telah berhasil melakukan sinkronisasi yang baik antara pendidikan nilai-nilai agama dan pendidikan kewarganegaraan.

Dukungan infrastruktur sekolah yang representatif di Jalan Cendekia Muslim, Sijunjung, juga menjadi faktor pendukung keberhasilan ini. Fasilitas aula terbuka dan lapangan yang asri menjadi tempat Jihan berlatih dengan tekun setiap hari sebelum hari pelaksanaan. Sinergi antara yayasan, sekolah, dan dukungan dari Bapak Jorong Pale memastikan setiap santri yang memiliki bakat mendapatkan ruang yang seluas-luasnya untuk berkembang dan bersinar di tengah masyarakat.

Apresiasi ini menjadi bukti bahwa Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas di Sijunjung. Keberhasilan Jihan diharapkan menjadi pemantik semangat bagi ribuan santri lainnya untuk tidak ragu mengejar prestasi di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik.

Momen 17 Agustus 2026 kemarin akan dicatat sebagai tonggak sejarah baru bagi perjalanan panjang Sekolah Akhlak Cendekia Muslim. Yayasan berharap, melalui prestasi dan keberanian yang ditunjukkan oleh Jihan Khumaira Ariyanto, masyarakat semakin yakin bahwa pendidikan karakter adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan masa depan yang kian kompleks.

"Jihan adalah salah satu contoh sukses dari proses panjang kami. Kami ingin ke depan, lebih banyak lagi santri kami yang mengisi posisi-posisi strategis dalam seremoni negara maupun dalam pembangunan masyarakat secara luas. Kami akan terus berkomitmen menyediakan wadah terbaik bagi setiap minat dan bakat santri agar mereka bisa memberikan manfaat seluas-luasnya bagi umat dan bangsa," tutup Ketua Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim.

Dengan selesainya amanah tersebut, Jihan kini kembali ke rutinitas belajarnya dengan semangat baru. Namun, gema suaranya saat membacakan UUD 1945 di lapangan upacara Sijunjung akan terus diingat sebagai simbol kebangkitan generasi muda cendekia yang berakhlak mulia, cerdas, dan nasionalis.

Bagikan: WhatsApp Facebook

Baca juga